Suara Nurani Bicara Sebenarnya

Agustus 8, 2008

Copet Beraksi Jelang Eksekusi Rio Martil

Diarsipkan di bawah: Sosial — suaranurani @ 3:17 am
Tags: , , , , , , ,

Berita aslinya di kompas. http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/07/23163122/copet.pun.beraksi.jelang.eksekusi.rio.

Seorang copet HP dibekuk aparat keamanan saat tertangkap basah melakukan aksinya di tengah kerumunan orang yang ingin melihat detik-detik terakhir terpidana mati Rio Martil. Tertangkapnya si copet pun tak luput dari keteledorannya sendiri.

Sebenarnya si copet telah sukses mengambil HP dari seorang pria. Pria itu berteriak minta tolong, tetapi kerumunan orang yang mendengarnya tidak dapat memastikan siapa yang telah mengambil HP tersebut. Sekitar 15 menit kemudian, pria itu menelepon HP nya, dan deringnya membuat sang copet ketahuan. Copet itu pun diamankan petugas yang banyak berjaga-jaga di sana.

Kerumunan orang membuat copet itu ‘aman’ karena bersembunyi di sana. Si pencopet tidak dapat memisahkan diri dari kerumunan karena gelagat itu akan sangat mencurigakan. Kerumunan itu pula yang membuatnya takut mengeluarkan HP itu dan mematikannya, seperti taktik copet pada umumnya.

******************

Hari gini, masih ada saja copet yang beraksi di tengah-tengah ‘kawasan aparat’ seperti ini. Beberapa waktu lalu seorang pencopet juga diamankan di tengah-tengah kerumunan massa yang memadati rumah Very Idham Heryansyah, alias si Jagal Jombang, waktu polisi menggelandangnya untuk membongkar kuburan korban-korbannya.

Sepertinya copet, memanglah copet. Mereka begitu tidak peduli dengan apa yang terjadi, tidak memiliki simpati dan empati terhadap korban dan situasinya.

Saya ingat ada beberapa pihak (sangat minor) yang bilang agar eksekusi mati dilakukan di siang hari di depan umum, biar masyarakat jera. Saya tidak bisa bayangkan bila ketika Komandan menghunus pedang dan jari regu penembak sudah tinggal sepersekian detik jaraknya, … konsentrasi luar biasa, lalu ada teriakan …. COPEEEEET !!!!

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.