RSS

Update: Keganjilan dalam kasus Antasari

04 Mei

Keganjilan pengusutan kasus Antasari semakin kuat saja. Setelah pagi ini diperiksa polisi, Antasari resmi dinyatakan tersangka oleh kepolisian. Tetapi ada hal-hal yang aneh seharian ini.

1. Kejaksaan mengumumkan status Antasari sebagai tersangka lebih dahulu daripada kepolisian. Ini aneh, karena kejaksaan tidak mempunyai kewenangan terhadap pengumuman status seorang tersangka. Kejaksaan telah melanggar wewenang kepolisian, dan tampak kejaksaan ‘antusias’ sekali dalam menyatakan Antasari sebagai tersangka.

2. Selang beberapa jam setelah dinyatakan resmi sebagai tersangka, TransTV malam hari menayangkan kisah Antasari dan kasus Nasrudin. Disitu lengkap digambarkan diagram struktur kerja mulai otak pelaku dan eksekutor. Padahal, kepolisian masih menyidik kasus ini. Belum pasti pula posisi Antasari pada rantai diagram kerja yang digambarkan TransTV. Pendapat saya, ini memang mungkin suatu konspirasi besar yang melibatkan suap aparat-aparat penegak hukum, pembunuh bayaran, dan lebih buruk lagi … media massa ??? Betapa tidak, sejak awal berita di televisi sudah mengarahkan opini publik bahwa Antasari adalah otak pelaku pembunuhan. Asas praduga tak bersalah sama sekali tidak dijunjung. Hari ini saya sengaja melihat beberapa koran di Indonesia secara simultan dan yang mengejutkan justru di koran daerah berita ini dikupas secara netral. Beberapa koran lain (dan bahkan televisi) begitu getol membuat pemberitaan yang mengarahkan pendapat publik bahwa benar memang Antasari yang menjadi dalang intelektual kasus ini.

3. Blog Rani diungkap dengan getol di TV. Teman-teman Rani diwawancarai. Kesan dari interview menunjukkan Rani bukan orang yang gaul. Tertutup dan berkesan ‘aneh’. Tapi, blognya ada dan dari tayangan sekilas berkesan sangat ekstrovert menjelaskan tentang dirinya. Lebih aneh lagi, karena biasanya orang menulis tentang dirinya di friendster, facebook, dan sejenisnya. Buah pikir dan karya tulis dipublish di blogspot, wordpress, dsb. Adalah modus operandi yang minor untuk menuliskan ‘tentang saya’ di blogspot. Apakah blog ini otentik milik Rani? Sangat dipertanyakan. Toh, media massa tidak peduli. Seolah melupakan rakyat yang kritis, media terus saja membuat versi mereka sendiri.

4. Isi dari blog Rani hanya ditulis pada satu masa, yaitu November 2008. Mungkin bisa menjadi acuan bahwa di sekitar waktu ini plot konspirasi dimulai, dan blog ini dibuat ‘sekedarnya’ sebagai alibi. Pembuat blog tidak memperhatikan detil-detil forensik, dimana blog ini kelihatan dibuat asal jadi dan tidak praktis, dan dipertanyakan keotentikannya.

Mengerikan sekali. Secara psikologis, saya tidak melihat motif Antasari dalam kasus ini. Ditengah kesibukan KPK memberantas para curut (red:tikus, seperti bahasa Bang Tigor) negara ini, Ketua KPK mestinya tengah pusing memikirkan langkah-langkah menjerat koruptor. Hal ini beralasan, mengingat KPK adalah salah satu organisasi di negara ini yang benar-benar bekerja demi rakyat. Kalau dibandingkan dengan kinerja DPR, kalah jauh sekali!

Jadi kalau alasannya cuma masalah asmara, kok saya nggak yakin Antasari sampai berbuat demikian. Karena dendam yang berbuntut pembunuhan biasanya melalui proses deep thought, deep consideration, pemilihan modus dan pematangan rencana. Baru memilih orang yang dipercaya untuk melakukan eksekusi. Itu menguras waktu dan tenaga, bahkan untuk seorang psikopat sekalipun. Bila bukan seorang psikopat, waktu dan tenaga yang tersita bahkan lebih banyak lagi karena dirintangi oleh konflik batin.

Masa sih, Antasari masih punya waktu ngurusin persoalan-persoalan sepele seperti asmara?

 
6 Komentar

Posted by pada Mei 4, 2009 in Uncategorized

 

6 responses to “Update: Keganjilan dalam kasus Antasari

  1. reisza^^

    Mei 5, 2009 at 5:02 am

    bener bgt,, pertanyaan kenapa ceweknya menghilang?
    bukankah ini seperti jebakan dari dpr atau bahkan kejaksaan karena teman mereka banyak tertangakap?
    antasari pernah berkata ia “siap untuk dihukum mati jika ketahuan korupsi” apalagi kasus seperti ini,,konyol sekali hanya karena wanita ia membunuh sesorang, saya rasa jikapun ia ketahuan berselingkuh dan ia meminta maaf kepada rakyat toh pasti akan dimaafkan oleh rakyat ataupun keluarga,,
    sutrisno bahir saja yang menghamili istri orang masih banyak yang nyalonin diri jadi presiden..
    yah to??

     
  2. kpkpeduli

    Mei 5, 2009 at 2:43 pm

    analisa anda benar sekali… seolah-olah kepolisian dan kejaksaan sudah bekerja sama untuk mengjengkalkan Antasari dari kursi KPK, ini adalah momok yg sangat menakutkan, bagaimana tidak… seolah ini menjadi sok terapi bagi siapa saja yang ingin menggoyahkan aparat hukum..bahkan KPK sekalipun, karena walaupun KPK merupakan sebuah lembaga pemberantas korupsi tetapi kalau tidak di otaki oleh seseorang yang berani seperti Antasari maka akhirnya toh nanti KPK akan mandul seperti aparat jaksa dan kepolisian, karena toh penaggulangan korupsi adalah sebenarnya tugas utama mereka, tapi apa yg terjadi ternyata disanalah sarang korupsi, memanfaatkan kewenangan demi kekayaan pribadi, akhirnya rakyatlah yang dirugikan… mediapun seolah-olah bahu-membahu menjerumuskan Antasari tanpa didasari praduga tak bersalah… inilah tugas presiden untuk melindungi orang2 yang menjadi ujung tombak pemberantasan korupsi…seharusnya presiden juga membentuk team sendiri diluar kepolisian guna menjaga kenetralan untuk mencari fakta akan kebenaran peristiwa ini, kerena lembaga KPK ini menjadi modal utama presiden menjaga amanah rakyat untuk memberantas korupsi..

     
  3. De Santos

    Mei 7, 2009 at 2:50 am

    Menyedihkan sekali……kepolisian dan kejaksaan kita.
    Memang kelihatannya hanya KPK yang membela rakyat, yang lain hanya Setan Kota yg membela perut dan kantongnya sendiri.
    Indonesia memiliki sedikit orang loyal negara (bahasa cinanya: tiong gi) seperti Pak Antasari. Kalo Antasari dinyatakan bersalah dan kemudian KPK hancur, maka bangsa ini mengalami kemunduran (lagi). Bukan karena apa-apa, tapi karena bangsa ini sendiri yang tidak mau maju.

     
  4. azwar

    Mei 10, 2009 at 3:25 am

    assalamu’alaikum …
    Kita semua berharap keadilan ditegakkan di bumi Indonesia, itu pasti. Tapi untuk berharap2 banget sih kayaknya nggak deh … Mending kita jaga diri jangan sampai kita berurusan dengan yang namanya “HUKUM”. Fakta membuktikan bahwa, kalau sudah berurusan dgn yang itu tuu … mau kita bener mau kita salah kok nggak ngaruh yaaa … nyang penting “ININYA” ada nggak … kalau nggak ada yaaa.. gmn yaaa. sulit ngomongnya. Buat Pak Antasari “Qulil Haqqo Walau Kaana Murron”, katakan yg “BENAR” walau “PAHIT” dirasa, dan tetap tegar. Buat para tersangka dan saksi “KETERANGANMU SEMUA” kelak dipertanyakan di hadapan Allah SWT, Hakim Yang Maha adil, jadi jangan “MAIN-MAIN”. Buat para Aparat ” sering2 nonton film DETEKTIF CONAN dong … biar tambah “TAJAM ANALISANYA”, jadi kita tidak malu dan malu2in di mata dunia luar. OK. Wassalamu ‘alakum.

     
  5. iyong

    Mei 11, 2009 at 10:22 pm

    Anda 100% BENAR

    Saya tidak yakin seorang ANTASARI akan berbuat SENAIF itu hanya untuk seorang perempuan??? Antasari adalah seorang intelektual yang tidak mungkin berpikiran dangkal seperti itu.

    Yang anehnya, kenapa penyiaran di TV sangat antusias sekali dengan motif murahan, dan seakan akan setuju dengan skenario yang tidak masuk akal.

    Apa yang terjadi dengan bangsa ini??
    Kemana arah bangsa ini?/
    Apakah kita masih sebagai manusia intelektual yang mepunyai jati diri??
    siapa yang harus kita percaya ??
    Siapa yang bisa menolong bangsa ini dari keterpurukan moral dan akhlak??

    Wallah Hualam….
    Kepada bapak Antasari, Tetap tegar menghadapi cobaan ini. Kami tetap percaya bapak!!!! Jika hukum dinegeri ini menjerat bapak, jangan pernah kecewa, setidak tidaknya hukum TUHAN tidak akan pernah salah!!! dan Karma akan berjalan pak!!!!

     
  6. Pontas Silaen

    Mei 25, 2009 at 5:15 pm

    Kalian semua sudah lupa bahwa Modus Operandi seperti ini sudah sangat sering dilakukan pada jaman Orde Baru yang dikomandani Suharto, sebenarnya orang orang yang melakukan ini adalah para pelaksana di Jaman Orde Baru naik tingkat menjadi Dalang.
    Namun kita tidak boleh Optimis, karena bisa saja Antasari dihukum walau tidak bersalah, karena pintarnya para Elit dan Koruptor.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: