RSS

Bill Gates Kembali dari Indonesia, Steve Ballmer Ditimpuk Telur di Hungaria

24 Mei

Masih kita ingat beberapa waktu lalu Bill Gates datang ke Indonesia menawarkan bantuan pendidikan komputer khususnya untuk guru dan siswa Indonesia. Mantan CEO Microsoft yang terkenal dengan Windows nya itu tampaknya masih getol ingin memberikan ‘leverage’ bagi penetrasi software legal Microsoft khususnya Windows dan Office yang harganya selangit bila dikurskan dan disesuaikan dengan iklim ekonomi Indonesia.

Apakah memang Windows mahal? Bagi rakyat Indonesia umumnya, harga sebuah copy legal Windows Vista yang mencapai 1.1 juta rupiah (edisi paling standar tanpa Aero) masih tergolong mahal. Harga produk ‘kuno’ Windows XP saja masih mencapai 700-an ribu rupiah. Belum lagi copy legal Office yang mencapai 5 juta rupiah per instalasi di komputer. Gila, masa harga OS dan aplikasi kantor utama harganya sama atau lebih mahal dari komputernya (rakitan)?

Bagi warga dunia pun, produk Microsoft dinilai mahal. Bila mereka memilih membeli produk resmi ketimbang bajakan itu adalah permasalahan hukum di negara mereka yang menindak tegas para pembajak. Mahalnya produk ini terutama karena pertimbangan dominasinya (mestinya semakin banyak pemakai semakin murah copynya), pertimbangan monopoli (selalu tidak memberikan support compatibility bagi pesaingnya, suatu cara membunuh dan mengakuisisi yang ampuh), dan ternyata banyak sekali bugs dan masalah security.

Baru-baru ini Steve Ballmer (orang kepercayaan Gates dulu, sekarang menjabat CEO Microsoft menggantikan Gates) hadir di sebuah universitas di Hungaria untuk memberikan kuliah terbuka kepada mahasiswa ekonomi. Seorang siswa mengekspresikan kejengkelannya dengan melempar Ballmer dengan telur. Lihat videonya di:

http://www.udaramaya.com/new/berita/3115/0/Steve_Ballmer_Ditimpuki_Telur_di_Hungaria

*****

Apapun alasannya Microsoft telah berubah menjadi monster penghisap darah. Kemajuan teknologi informasi telah banyak dihambat oleh raksasa ini dengan mempatenkan sejumlah hal yang justru bukan merupakan penemuannya sendiri. Microsoft telah menjadi momok yang ‘mempersempit’ wawasan orang bahwa komputer bukanlah identik dengan Windows.

Selama hampir dua dasawarsa ini Linux telah hadir sebagai OS gratis yang sudah mampu menandingi dominasi Windows. Sistem Open Source yang diterapkan menyebabkan sebuah bug yang dilaporkan terdapat dalam sistem segera direspon oleh ribuan programmer seluruh dunia dan diperbaiki dalam waktu yang sangat singkat. Sistem ini telah menyebabkan Linux menjadi salah satu sistem teraman di dunia. Windows? Tentu tidak bila Anda lihat berapa panjang daftar virus dan spyware yang siap menyerang Windows. Virus di Linux? Nyaris nol meski tanpa antivirus. Tak heran, banyak perusahaan yang bermigrasi ke Windows dengan alasan penghematan biaya dan keamanan. Bayangkan berapa ratus juta rupiah bisa dihemat bila sebuah perusahaan memiliki sedikitnya 100 unit komputer di semua departemennya?

Pantas Bill Gates mundur dari Microsoft. Prediksinya bahwa Microsoft akan kalah oleh Linux di masa depan cukup untuk membuatnya banting stir ke bisnis ladang jagung untuk biofuel. Lebih baik mundur terhormat sekarang daripada kalah memalukan nanti.

Kedatangan Bill Gates seharusnya tidak disambut baik begitu saja. Pencerdasan bangsa merupakan hal yang harus dipertimbangkan dengan seksama. Belajar komputer dengan Windows dan Office yang mahal tentu menghasilkan generasi Windows-er dan Office-er pula. Dalam mengamalkan ilmunya, tentu mereka akan punya PC dan laptop sendiri, yang pasti juga menganut aliran Microsoft. Lalu pertanyaannya, legalkah softwarenya? Bila tidak, ini masalah tersendiri. Bila legal, patut dipertanyakan bahwa ditengah upaya efisiensi ekonomi bangsa, layakkah kita menyumbangkan uang sedemikian besar kepada Microsoft? Berapa devisa yang terbuang? Belum lagi bila penganut Windows-er dan Office-er ini harus beradaptasi dengan dunia kerja dan trend dunia yang bergeser ke arah Linux. Tidakkah uang pembeli Windows dan Office dihemat dan diimplementasikan ke spesifikasi komputer yang lebih canggih atau dipakai biaya pendidikan? Kita bisa pakai Linux dan Open Office yang gratis, lalu belajar cara menggunakannya yang banyak dibahas dalam kursus dan buku?

Andai pemerintah mau menggandeng sponsor untuk belajar Linux, biaya investasi sudah pasti bisa ditekan. Alih-alih saja Gates mengajari siswa kita komputer, toh ujung-ujungnya jualan Microsoft juga. Lebih baik pemerintah menyokong gerakan Linux. Banyak negara berkembang menggunakan Linux dalam komputer pemerintahannya. Vietnam misalnya. Di Indonesia ada banyak komunitas. Ubuntu Indonesia misalnya. Mereka bisa dilibatkan dalam mencerdaskan bangsa supaya melek komputer. Murah dan masa depan cerah.

Bila karena suatu dan lain hal mereka tetap memilih Microsoft, itu suatu pilihan, namun konsekuensinya jelas. Anggaran harus mantap. Memilih berarti sanggup membeli. Berbeda dengan mengajarkan sesuatu yang mahal yang belum tentu sanggup dibeli. Bila akhirnya ilmu terhenti karena tidak ada biaya, tentu menyurutkan langkah untuk maju.

Maka sudah selayaknya bila peduli dengan pendidikan komputer di Indonesia untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia, Pemerintah seharusnya memberikan ‘leverage’ kepada komunitas Linux untuk lebih berkembang di Indonesia. Caranya? Mungkin langkah Vietnam bisa ditiru.

Distro Linux yang berbahasa dan buatan programmer Indonesia juga sudah ada kok!

*****
Perhatian:
Ini bukan iklan Linux. Artikel ini bertujuan untuk mencari alternatif penghematan biaya pendidikan komputer dan salah satu solusi masalah pembajakan, supaya wacana pendidikan komputer nasional menjadi lebih realistis.

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 24, 2008 in Uncategorized

 

Tag: , , , , , , , ,

One response to “Bill Gates Kembali dari Indonesia, Steve Ballmer Ditimpuk Telur di Hungaria

  1. riva

    Mei 25, 2008 at 4:27 am

    Sy slaku pribadi sangat mendukung penggunaan FOSS di Indonesia mski saat ini sy dlm penggunaan sehari2 masih 1/2 2, jd pake linux ma windows tapi ke depanx sy jga pngen pke full linux, skrg msih cari ditro yg cocok, u/ pemerintah jangan terbuai rayuan Bill Gates, bila ingin bangsa kita benar2 merasakan kebebasan dan tak dijajah microsoft ayo gunakan FOSS demi kemajuan bumi pertiwi. Go.go..go.. IGOS, BlankOn, WinBi, 3DOS, ayo siapa menyusul !!!

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: