RSS

Fakta: Ganja Tidak Haram, Rokok Haram

20 Agu

Lho, bukannya terbalik? Sama sekali tidak. Kenyataan pahit ini terpaksa saya tulis sebagai judul berdasarkan fakta, kalau saja kita telaah secara akal sehat.

Tulisan ini saya buat sebagai wujud keprihatinan terhadap bahaya rokok terhadap kesehatan masyarakat non-smoker (to hell with the smokers’ health, I don’t give a damn care) tanpa bermaksud ‘mendukung’ pemakai narkoba. Narkoba is narkoba, okay? Drugs can kill you.

Di Indonesia, membawa ganja bisa saja dihukum mati. Kalau tidak salah, terpidana mati narkoba asal Nigeria masih 19 orang. Di Malaysia, hukumnya lebih ketat lagi. Kenapa sih kok bawa ganja sampai perlu dihukum mati?


Ganja Tidak Haram?

Sekali lagi, tanpa bermaksud membela kelompok pro Narkoba, sebenarnya hukuman berat pengedar ganja adalah karena “merusak moral generasi muda“. Weleh, weleh. Benar sih. Tapi coba kita cermati secara jernih. Sebetulnya “moral yang rusak” itu apa ya cuma karena narkoba? Bagaimana dengan orangtua yang sibuk terus, kurang perhatian, dan memanjakan anak? Bagaimana dengan kekerasan terhadap anak (yang juga berpotensi melahirkan generasi ‘keras’)? Bagaimana dengan mafia pendidikan formal, yang menyebabkan banyak anak tidak mampu sekolah?

Sebetulnya, ketika seorang pengedar ganja menawarkan dagangannya kepada Mas X, si calon konsumen, yang ditawarkan hanyalah sebuah pilihan hidup. Apakah moral Mas X rusak karenanya? Kalau Mas X menerima tawarannya, berarti moral Mas X memang sudah rusak dari awalnya. Sudah tahu barang haram kok masih coba-coba. Kalau Mas X makin jadi bajingan setelah nge-drug, itu hanyalah memperkuat sifat aslinya, yang sudah muncul sejak keputusannya menerima barang setan itu. Kalau toh sifatnya memang baik, Mas X akan tobat setelah puyeng dari percobaan pertamanya, dan jadi pengalaman hidupnya.

Seorang pemakai ganja yang teler di kursinya, tidak meracuni orang lain secara luas. Anda bisa teler juga kena asapnya kalau duduk di sisinya, tapi pemakai ganja kan jarang mabok asap di warung-warung, taman, atau bis kota. Jadi, kalau Anda teler kena asapnya, itu salah Anda sendiri, mengapa dekat dengan dia. Jangan-jangan Anda pemakai juga.

Rokok Haram?

Nah, kalau rokok, ini memang belum pernah difatwakan haram. Alasannya, nggak merusak moral manusia kok? Ah masa ???

10 tahun yang lalu, saya bekerja di sebuah pabrik di Surabaya. Ada beberapa buruh pabrik, yang penghasilannya pas-pasan. Selepas kerja, dia masih nyambi di tempat lain, dan istrinya buka warung kecil-kecilan di rumah, terima laundry, dsb. Terima upah harian. Katanya nggak cukup untuk makan dan sekolahin anak-anak … tapi lho, Dji sam soe nya kok ngepul terus? Sehari katanya 1 pak lebih. Kalau nggak gitu, pusing katanya.

Juga lihat tukang becak. Ngeluh hasil pas-pasan. Anak banyak. Tapi lagi-lagi … kok ngepul. Belinya sih 1000-an, batangan. Tapi sehari, bisa lebih dari 1 pak.

Lantaran nggak diharamkan, rokok bisa dinikmati di mana saja. Di taman kota, di warung, restoran, sampai bis kota. Ini beda dengan narkoba. (Kalau berani coba aja nge-bong di bis kota .. hehe). Asapnya, weleh .. weleh. Di dalam rokok terdapat 4000 zat yang semuanya berbahaya. Nggak ada untungnya. Mulai dari tar, nikotin, karbon-karbon, sampai sianida (hasil pembakaran kertas) sampai kalau ditulis semuanya blog ini bakal cuma jadi daftar isi, saya juga nggak mungkin ingat apa yang sudah atau belum saya tulis.

Menarik mencermati sianida ini. Pernah membakar sejumlah besar kertas putih dan terhirup asapnya? Puyeng kan? Sianida dalam jumlah kecil cukup membunuh orang dewasa secara efektif. Jumlah yang terkandung di asap rokok pastinya lebih kecil lagi, tapi saya heran ada orang yang rela menghisap zat berbahaya ini bahkan setelah diberi tahu.

Pernahkah Anda melihat seorang bapak (yang pastinya tidak bertanggung jawab) merokok sambil menggendong anaknya, sementara istrinya hamil mendampinginya? Kalau belum, Anda mungkin jarang berada di Indonesia. Di sini, kejadian serupa ini bejibun banyaknya.

Pernahkah seorang perokok memikirkan bahwa orang yang duduk di sampingnya mungkin pengidap asthma? Mungkin bisa mati sesak napas kena asapnya? Atau ibu hamil? Atau anak-anak? Atau mungkin sekedar orang yang berusaha menjaga kesehatannya? Perokok merupakan sosok yang paling egois di komunitas, dan merampas hak hidup manusia lain untuk ‘menikmati udara (yang lebih) bersih’. Sudah kena asap kendaraan, bau apek, asap rokok pula!

Seorang perokok, membunuh pelan-pelan manusia-manusia di sekitarnya. 4000 racun yang disedotnya akan dihembuskan lagi berikut kotoran di paru-parunya (yucks!) dan dihirup oleh orang di sekitarnya. Tidak masalah bila si perokok mati, semua edukasi dan peringatan bahaya rokok toh dia sudah pernah tahu. Dia memang siap untuk mati, impoten, dan keguguran (wanita). Tapi non-smokers yang jadi perokok pasif?

Perokok bisa berdalih, “kalau nggak suka, pergi aja.” Bagaimana kalau
di atas bis? Haruskah oper? Bayar 2 kali? Bagaimana kalau tengah makan
di warung? Hilang nafsu makan, dan pergi? Egois, mengapa tidak dia saja
yang pergi?

Seorang perokok seperti buruh pabrik dan tukang becak yang saya gambarkan juga merampas hak hidup anak-anak mereka untuk mendapat hidup yang lebih layak. Hitung sendiri berapa ongkos habis untuk merokok. Mending buat makan atau biaya sekolah anak-anak, kan?

Satu lagi, … tahukah Anda bahwa para drugger nyaris semuanya adalah juga perokok? Yang ingin juga saya cari keterkaitannya adalah bagaimanakah prosentase pelaku kriminal yang merokok? Atau hubungan antara Kekerasan, Arogansi, Over PD dengan Merokok.

Kini: Ganja Haram, Rokok Tidak Haram

Kalau saya sengaja kampanye bahwa ganja itu tidak haram, tentu sejumlah pihak bakal mencak-mencak dan menuding saya drugee. Ganja haram, rokok tidak haram, ini perbandingannya

  • Menawarkan ganja itu hanya menawarkan pilihan, menawarkan rokok pada orang lain juga pilihan.
  • Ngisep ganja tidak mungkin dilakukan di tempat umum, ngisep rokok bisa di tempat umum.
  • Ngisep ganja tidak mencemari kesehatan umum, ngisep rokok di tempat umum jelas mencemari.
  • Ngisep ganja ngehabisin uang, yang lebih baik untuk hal positif lain, ngisep rokok juga.
  • Pengisap ganja tidak meracuni orang lain kecuali diri sendiri. Perokok meracuni diri sendiri DAN orang lain.
  • Sengaja mengonsumsi ganja adalah pilihan buruk, mengonsumsi rokok juga pilihan buruk.

Bahasa hukumnya, “secara sengaja dengan tindakannya dengan kesadaran
penuh meracuni orang lain di sekitarnya.” dan “dengan kecerobohannya
dan tindakannya yang tidak waspada mengakibatkan kematian orang lain;
meracuni dan merusak kesehatan orang lain disekitarnya.”

Perbedaan terbesar adalah pemerintah tidak memungut cukai atas penjualan ganja, sedangkan rokok adalah pembayar pajak terbesar! Sekalian saja kalau begitu, Indonesia melegalkan dan menarik pajak dari penjualan narkoba dan prostitusi. Biar negaranya kaya. Jadi, kalau MUI berfatwa bahwa ganja itu haram, apalagi rokok!

—————————–
suaranurani.wordpress.com

** 10.000 Perokok aktif menyumbang @ Rp 1000 / orang untuk membuat seorang perokok pasif jatuh sakit dan biaya berobatnya jelas lebih dari Rp 10.000.000 rupiah (ditanggung sendiri pula).

 
64 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 20, 2008 in Sosial

 

Tag: , , , , , , , , , , , , , , ,

64 responses to “Fakta: Ganja Tidak Haram, Rokok Haram

  1. elfarizi

    Agustus 30, 2008 at 2:48 am

    Yupz, untuk urusan rokok seh. Setuju banget! Tapi, kalau ganja itu nggak haram. Pikir-pikir dulu deeenk…

     
  2. amir

    September 9, 2008 at 3:49 am

     
  3. Harnavilla Fandi

    September 10, 2008 at 5:01 am

    harusnya dua2nya memang harus haram…dalam al Qur’an da dijelaskan apa2 saja yang membuat diri kita rusak adalah HARAM…Rokok???apa masih perlu di tanyakan lagiii………..

    lagian menurut hipotesa saya,,dari semua teman saya yang tersandung narkoba 100% adalah juga seorang perokok..
    bravo olahraga…dengan olahraga mari kita buang semua itu (rokok + narkoba)

     
  4. desi

    September 13, 2008 at 4:45 pm

    Rokok masih dalam perdebatan mengenai haram dan halal dan MUI sendiri belum memutuskanya, karena masih banyak

    pendapat yang berbeda misal MUI Surabaya belum setuju, MUI Jakarta sudah setuju, dan di kalangan anggota dewan DPRD

    memutuskan bahwa Rokok dapat di tarik cukainya oleh Pemerintah Daerah diluar cukai Pusat. jadi kemungkinan harga

    rokok akan naik lagi. dengan cukai ini akan dipakai untuk FULL kesehatan masyarakat, ” JAdi Rokok itu Haram atau

    Tidak” tergantung sudut pandang masing2.
    Bagi sayayang haram itu jelas di sebutkan di Hadist dan Al-Quran, jangan ditambah2 lagi seperti sifat orang Nasrani

    dan yahudi, yang haram jadi halal yang halal jadi Haram. Jadi Roko masih hukumnya Makruh=lebih baik ditinggalkan:

    Seperti hallnya Babi, jika ditanya Babi itu haram kenapa…ooo banyk penyakitnya..ooo banyak mudhoratnya…dll,

    sekali lagi itu pendapat yang SALAH, BABI diharamkan karena=Ada di Al-Quran. TITIK, sami’na wa’atonna. walahuallam

     
    • roni baron

      Agustus 24, 2016 at 5:03 pm

      Jadi klo narkoba haram gk ?
      Kan juga gk dtuliskan ddlm alquran ?

       
  5. yocki

    September 19, 2008 at 8:29 am

    Betul banget! mending gua ngeganja aja deh
    hahaha enuak tenan

     
  6. thaqrhuf

    Oktober 8, 2008 at 10:43 am

    My life is mine, jika bagi kamu itu haram haramkanlah itu buat kamu, jika itu halall halallkanlah itu buat kamu. Tiap orang menanggung dosanya sendiri, dosa yang dibuat tiap individu akan menjadi tanggung jawab masing2 individu.

     
  7. suaranurani

    Oktober 10, 2008 at 1:34 am

    @thaqrhuf: Setuju satu juta persen!

    Yang menjadi keprihatinan saya adalah kadang perilaku ‘dosa’ kita yang justru mendatangkan adzab bagi orang lain yang tidak berkaitan. Dalam tulisan saya adalah asap rokok, dimana para non-smoker terpaksa kena getahnya juga karena super-ego para smoker. Malangnya lagi, tidak ada satu pun hukum yang melindungi para non-smoker, baik hukum agama, adat, maupun negara.

    Masalah kesehatan adalah masalah yang cukup serius mengingat ‘kedekatannya’ dengan nyawa dan ekonomi-sosial. Tidak semua orang mampu membayar biaya treatment untuk akibat yang ditimbulkan rokok. Tetapi, semua orang dapat terpapar.

    Inti tulisan saya adalah, if you want to drug or poison yourself, so be it. Don’t do it on anybody else. Sekalipun ganja haram hukumnya dalam agama (manapun), dan dilarang oleh UU negara dan internasional, pelaku penikmat ganja seperti yang saya uraikan di posting masih saya nilai “lebih baik” daripada perilaku smokers, semata-mata karena mereka tidak mencemari tempat publik dengan asap beracun. Walaupun, alasan sebenarnya para peganja tidak memadat di tempat umum adalah untuk bersembunyi dari hukum.

     
    • camput

      Mei 14, 2011 at 5:06 am

      rokok itu masih legal karna sudah terlalu banyak pengusaha yg terlibat didalamnya, kalo rokok di ilegalkan ntar pengusaha banyak yg mewek, alasan penyumbang pajak terbesarlah, banyak yg akan kehilangan pekerjaanlah.

      coba kalo ganja dilegalkan secara hukum dan banyak yg make walau ditempat kusus, bakalan banyak yg matanya segaris. wkwkwkwkwkw

       
  8. suaranurani

    Oktober 10, 2008 at 2:23 am

    *****
    untuk @desi: kalau berkomentar terutama dalam hal yang berkaitan dengan agama MOHON MEMPERHATIKAN KALIMAT yang ditulis. Menyinggung Nasrani dan Yahudi, lalu diikuti dengan halal jadi haram, haram jadi halal dan contoh babi. Seolah Anda membenturkan Islam yang mengharamkan babi dan menuding mereka yang makan babi (Nasrani saja) membalik haram jadi halal. Lalu dimana kaitannya dengan Yahudi? Asal Anda ketahui, kaum Yahudi juga mengharamkan babi. Bila dalam Islam dikenal “Halal”, maka di Yahudi juga dikenal “Kosher”. Menyangkut produk daging, daging Kosher (di-Inggriskan menjadi Koshered) artinya daging berasal dari rumah potong hewan yang berasal dari hewan yang sah dimakan menurut Yahudi, dipotong, diproses, dikemas, secara sah pula. Poin-poinnya antara lain dikembangbiakkan secara baik, dipelihara dengan baik, diberi makan dengan baik dan sah, tidak disiksa, menghindari kontak dengan darah, dipotong dalam kondisi sehat, rumah potong dikelola secara sah, and so on. Para produsen makanan dunia cenderung mengejar sertifikasi Kosher dahulu, karena produk yang telah memperoleh sertifikasi Kosher lebih mudah mendapat sertifikasi Halal di negara-negara yang mensyaratkannya.

    Sebagai moderator, biasanya saya delete komentar yang menyebabkan SARA. Bagi saya, NKRI adalah harga mati, dimana semua golongan dapat berdiri sejajar. Demokrasi adalah hal yang mutlak, tetapi harus dilakukan dengan bertanggungjawab dan bukan kekurangajaran yang kebablasan. Kalimat ceroboh Anda dapat memancing isu SARA. Komentar Anda juga menunjukkan kedangkalan pengetahuan sosial dan toleransi Anda terhadap agama lain. Alasan saya tidak mendelete komentar Anda adalah contoh kasus Anda akan saya gunakan sebagai sarana edukasi untuk kita semua.

     
  9. ok

    Oktober 13, 2008 at 9:49 am

    emang smua orang aje yang sotoi.Mungkin dah lupa kali klo mreka stress2 gitu ternyata mreka masih idup,masih nginjek tanah,masih hirup udara.Pokoknya lo mau pake ganja ke mau ngeroko.you know what best for you lah?klo tau itu jelek ya terserah lo,klo bagus ya terserah lo.emang lo robot ?cm tau perintah aje.inget men.manusia tuh udah mahluk paling canggih di dunia ini.jadi ayo mikir sendiri dengan jalan sendiri sendiri yg terbaik..inget orang2 sekitar lo.EH gua mau kasih tau nih.di bumi ini udah banyak orang sotoi jadi lo jangan nambah2in ok hahhahahahaha…….-smoga ada kedamaian di hati lo2 smua -Peace!

     
  10. ebrek

    November 20, 2008 at 4:20 pm

    tulisan mu keliatannya konyol, tapi menurut gua tulisan mu itu orginal.

     
  11. irwandjohan

    November 13, 2009 at 4:22 pm

    Penulis artikel ini mengatakan, bahwa rokok haram dan ganja tidak haram karena:

    Bahasa hukumnya, “secara sengaja dengan tindakannya dengan kesadaran penuh meracuni orang lain di sekitarnya,” dan “dengan kecerobohannya dan tindakannya yang tidak waspada mengakibatkan kematian orang lain; meracuni dan merusak kesehatan orang lain disekitarnya.”

    Maka banyak juga yang nggak haram, salah satunya adalah ZINA, karena alasan yang sama menurut ide “orisinil” dari penulis.

     
    • suaranurani

      Agustus 15, 2012 at 6:50 am

      hedeeeh …. perlu tiga tahun buat ane bangkit dari kubur …. dan onlen lagi …😉

      Point yang Anda tunjukkan benar Mas, tulisan ini semata saya buat dengan sedikit lemparan sarkasme, poinnya adalah yang Anda katakan. Bahwa tindakan yang dengan penuh kesadaran meracuni orang lain di sekitarnya, itulah fokus saya.

      Tapi, … pembahasannya cukup rokok dan ganja saja ya? Soalnya, seperti kita ketahui sama-sama kadang kebenaran tidak bisa disamaratakan. Seperti fakta bahwa Ibu Agus adalah manusia. Ibu Ali juga manusia. Ibu Ratna juga manusia. Kalau begitu semua ibu adalah manusia, termasuk Ibunya si Manis kucing saya. hi hi …🙂

       
  12. Iyan

    Desember 8, 2009 at 11:15 am

    Gue suka Artikel nieh….

    Bagussssss…… bngt….

    tapi, soal Hukum Rokok/Ganja Gue gk Ikutan (Allah Yang Maha Tahu)

    Yang Jelas kita semua tahu kalau Rokok & Ganja tuh efek nya Negative…. jdi mendingan Gk Usah Coba 2 deh…

     
  13. indoganja

    Juli 13, 2010 at 3:58 am

    orang kurang pengalaman dan pengetahuan pasti gampang menilai tanpa observasi atau turun ke jalan.

     
  14. ganola

    November 4, 2010 at 12:53 am

    wadoooh,,,, om admin sekedar opini aja ni..

    gimana kalo dipilah dulu antara legal dan ilegal, halal dan haram (maap tidak bermaksud SARA)

    legal / ilegal —> itu urusan negara, ya kalo masih NKRI, berarti yang berwenang membahas masalah ini adalah DPR RI, dorong mereka (yang katanya wakil rakyat)supaya membuat UU mengenai di legalkannya ganja / di ilegalkannya rokok. Bagaimana caranya, waduh ane ga paham, hehehe !! mungkin ntar larinya ke politik!😀 (yang mungkin kalo dibahas, bakalan jauh menyimpang dari judul artikel om admin, hehehe..) menurut ane si, politik ga jauh dari kekuasaan da duid, hehehe

    halal / haram —> itu urusan agama… (kalo dibahas ane takut larinya ke SARA), mungkin om admin lebih tau, karena udah berani mengambil keputusan mengharamkan rokok, dan menghalalkan ganja! (yang dalam Islam si, katanya fatwa) di mana dalam men-fatwa-kan sesuatu itu ada aturannya sendiri!!

    jadi, legal bukan berati halal, ilegal bukan berarti haram! (jadi tolong jangan dicampuradukan)

     
    • suaranurani

      Agustus 15, 2012 at 6:57 am

      Setuju Om. Banyak juga yang ‘kebingungan’ dengan judulnya. Judul ini sebetulnya terinspirasi dari judul sebuah berita di suratkabar nasional pada saat itu yang memberitakan bahwa ada wacana santer bahwa ‘Rokok Difatwakan Haram’. Sedangkan di saat yang sama, terjadi juga pemberitaan santer mengenai penyelundupan Narkoba ke negara kita.

      Saya hanya berfokus pada moralnya, bukan legalitasnya, karena kenyataannya kita sudah sama-sama tahu. Saya pada saat tulisan ini dibuat, amat berharap bila MUI juga menurunkan fatwa resmi menyikapi gembong2 narkoba yang digulung oleh aparat pada saat itu dan juga diberitakan di media massa dengan porsi yang sama atau lebih besar.

       
  15. rilo

    Januari 2, 2011 at 7:32 am

    maksud yg mau di teliti itu apa?
    jg bang admin mau bilang org yg merokok 100% tidak baik(negatif)
    dan org yg merokok adalah org yg baik dan alim2 ..bgitu??

     
    • suaranurani

      Agustus 15, 2012 at 6:59 am

      yang tersirat Bang, bukan yang tersurat😉
      mohon maaf bila ane bikin pusing abang.
      ada di komen-komen sebelumnya, mungkin bisa membantu menyampaikan tujuan ane menulis blog ini, Bang.🙂

       
  16. Popppppy

    Maret 13, 2011 at 12:22 pm

    Mungkin judulnya bukan haram atau tidak haram tapi Merokok Lebih Buruk Daripada Ganja.
    Soal haram jelas dua-duanya haram karena merugikan banyak orang.
    Kalo di liat dari dampak ke orang lain jelas rokok lebih buruk daripada ganja.
    Maaf yaa agak sok tua, cuma kasi saran aja ^.^v

     
  17. elok

    Mei 3, 2011 at 2:30 am

    bgus menarik jga

     
  18. camput

    Mei 14, 2011 at 3:43 am

    Seharusnya ente jadi anggota MUI aja, bisa menentukan halal haram hehe…peace…

    kalo diliat tukang2 becak ngerokok sebungkus sehari anteng2 aja tuh, coba rokoknya dikasih ganja, jgnkan sebungkus…sebatang aja bakalan ga bisa lurus jalannya, pa lagi bawa becak, bisa zigzag huehuehue…

     
  19. jahblessme

    Mei 28, 2011 at 8:18 am

    PILIH GANJA ATAU SABU DI BAWAH 1Gram ????????????

     
    • kiki

      Juli 13, 2011 at 5:29 am

      GANJA

       
  20. andika

    November 28, 2011 at 4:44 pm

    GANJA tu enak dari rokok,,,,tetapi bila tidak diharamkan,,,,,mau jadi apa anak bangsa kedepan

    apa generasi yg akan datang mau dibuat lemot(susah berfikir) …………..

    semua itu kembali kepada individu,,,,,,jika ingin sehat & ber iman tinggalkan barang berbahaya itu….

     
    • prodak no 1

      Oktober 14, 2013 at 5:02 pm

      kau tak pernah tau kayanye,ganja mningkatkan fungsi kerja otak,jika kau ngerasa klu pakai ganja jadi lemot,kau harus periksa yu punya kecerdasan.maksud aku,IQ kau berapa?
      apa kau pernah pakai ganja bang?

       
  21. choiramrisme

    November 30, 2011 at 9:53 am

    Kontraversi dalam sebuah pandangan dan pemahaman masyarakat mengenai sesuatu yang dianggap ‘jahat’ (ganja) itu sudah terlalu mendarahdaging. Menelan mentah-mentah informasi yang keliru seakan sudah terinternalisasi dalam diri, seolah-olah tidak ada keberanian untuk ‘memahami’ lebih komprehensif mengenai ganja (ciptaan tuhan dengan segala manfaat yang diberikannya).
    Pembatasan pandangan dan fundamentalnya penglihatan pun sudah memberikan sugesti berlebihan, sehingga kesan yang ditimbulkannya menjadi terbalik: (baik menjadi buruk, benar menjadi salah).

    Sejarah dan ilmu pengetahuan mencatat, lebih dari 12000 tahun tanaman ganja menyuburkan peradabadan manusia. Lalu, mengapa pohon sejuta manfaat itu dilarang? Terlebih dengan predikat haram sebagai perusak generasi bangsa dan barang yang memabukkan. Mengapa kita seakan ‘betah’ dicekoki oleh tipu daya ‘mereka’?

    Pohon ganja tumbuh subur di nusantara (Aceh) bahkan dunia sejak berabad-abad lamanya. seharusnya pertanyaan yang muncul adalah: Apa maknanya buat bangsa kita? Apa maknanya buat kemaslahatan manusia?
    Yang terpenting, beranikah kita memaknai dan menerima kenyataan yang sesungguhnya mengenai pohon ganja?

     
    • suaranurani

      Agustus 15, 2012 at 7:01 am

      Ane suka baca komen ini Bang. Tulisan Abang memilah gelap terang dengan cara yang sangat netral.🙂 Terima kasih komennya Bang.

       
  22. Ekasiaverasiavera

    Juni 28, 2012 at 1:06 am

    Terbaeek puya

     
  23. novel

    Desember 6, 2012 at 6:38 pm

    Mana dalil nya mas yg membuktikan ganja itu halal

     
  24. Christ

    Februari 3, 2013 at 7:25 pm

    Bnyk yg ska r0k dan bnyak pula yg suka ganja,,
    semua’a racun tapi ganja pnya 1klbihan mningkatkn daya nafsu makan dan sllu happy…

     
  25. Christ

    Februari 3, 2013 at 7:41 pm

    Ganja bkn perusak m0ral,tpi manusia sendri yg merusak m0ral’a…
    Ganja tdk ad fkrn untk brbwt krminal,mrka mnghsap ganja krna ingn senang d dunia,akhrt sapa yg tw…
    Gnja bkn trtwa ngantuk dan lapar.setw sya..
    Moral,gmna qt sndri…
    Bkn sya mndkung drugs…
    Tpi sya plg jengkel dngr gnja mrusak m0ral,krna bnyk yg tdk pke gnja/nrktka m0ral’a rusak…
    Mnghmli ank 0rg sbgai cnth m0ral rusak ap it gra2 gnja,bkn,tpi nafsu dan m0ral dy mmang sdah rusak…

     
  26. Yos Panggabean

    April 24, 2013 at 1:11 pm

    Penulis, Anda sudah hampir benar menulis artikel di atas, tapi ada satu yang kurang. Kenapa Ganja anda masukan ke dalam golongan Narkoba ? Apakah menurut anda bahwa Ganja adalah hasil olahan manusia seperti putaw, sabu-sabu ?
    Salah besar memasukan Ganja ke dalam golongan Narkoba. Itu adalah hasil pembodohan massal

     
  27. muthiah rissa

    Mei 2, 2013 at 9:47 am

    tulisan yg bagus. menarik!
    saya kira intinya pd kalimat ini. jadi, kalau ganja haram, apalagi rokok.
    awalnya saya keberatan dng judulnya, tapi memang ini faktanya.
    lanjutkan kampanya anti rokoknya, saudara!

     
  28. INDOGANJA

    Juni 11, 2013 at 12:22 pm

    Menurut penulis dua-duanya ga bagus. Dengan analisa yg sempit, sipenulis membela ganja krn menurut pengamatan penulis ganja & rokok itu buruk tapi masih lebih buruk lagi rokok. Orang menghisap ganja sembunyi2, jadi itu dianggap penulis lebih aman di banding rokok yg dihisap di tempat2 umum yg mana bisa membuat orang jadi perokok pasif. Tapi penulis lupa bahwa orang yg menghisap ganja sembunyi2 itu karena ganja ilegal, pengguna ganja kan takut ketangkep pplisi, jadi bukan krn pengguna ganja lebih suka di tempat tersembunyi.

     
  29. leehyukjung

    Oktober 4, 2013 at 7:31 am

    maaf ni, tapi coba cari tau deh tentang bahaya ganja yang katanya bisa menyebabkan mabuk atau kecanduan.. Setau saya ganja atau Cannabis itu JIKA DIGUNAKAN DENGAN TAKARAN YG TEPAT tidak menimbulkan dampak tersebut. bahkan Ganja atau Cannabis amat sangat banyak manfaatnya. Hanya orang menyalah gunakannya dengan menjadikan ganja sebagai rokok mariyuana, yang tentu saja berbahaya. akan tetapi jika biji, daun, atau bentuk alami ganja itu yang kita gunakan/konsumsi akan sangat berguna, dengan catatan TIDAK DIPAKAI SECARA BERLEBIHAN. karena sesuatu apapun yang berlebihan tidak ada yang baik.

     
  30. Dede

    Oktober 19, 2013 at 10:20 pm

    Setau saya ganja itu punya zat ANTI – CANCER. Yang maka dari itu medis di benua america sana banyak menggunakan ganja sebagai pengobatan. Endonesa juga pengen sih seperti america, tapi diliat dari banyak faktor, endonesa masih tertinggal sangat jauh dari america, liat saja pelayanan – pelayanan publik endonesa. Pemerintah juga pada goblok semua, mengeluarkan kebijakan & keputusan pemerintah yang fungsinya tidak jelas untuk menghadapi masalah apa yang di hadapi agar kebijakan dan keputusan itu berfungsi dengan baik.

     
  31. andy

    Oktober 23, 2013 at 6:48 am

    menurut gue ngisep di depan umum itu kan tergantung legal atau tidak kalo seandainya ganja legal ya sudah jelas banyak yang ngisep ganja di depan umum

     
  32. ???

    Desember 28, 2013 at 2:07 pm

    Wut ?

     
  33. Ade Triana Nugraha

    Januari 6, 2014 at 6:53 pm

    saya jad bingung….! ketika membaca semua coment nya, antara halal/ haram seuatu benda, yg tidak ada dalm kentuan al- Quran dan as- Sunnah..! tentang halal haramnya sesuatu benda. jadi anda jngn sok mengetahui, sesuatu benda tentang halal dan haram nya hanya melihat dari buku saja, atau mendengar. perlu dari berbagai aspek..! untuk mengetahui suatu benda berdasarkn, banyak manfaat / mudharatnya. jngan di lihat hanya dari saru arah saja, jd perlu di kaji dulu di teliti tentang sesuatu asal benda. jd jngn asal mengategorikn sesuatu benda dengan kata negatif, itu sama saja dengan menghina Sang PenciptaNYa, adakah, ciptaan Alloh SWT yg sia” untuk kehidupan umat manusia di bumi ini, dan kehidupan makhluk lainnya….untuk kebutuhan hidup manusia yg alloh ciptakan untuk umatnya….?

     
  34. muhamad

    Februari 18, 2014 at 5:35 pm

    rokok haram apalgi ganja

     
  35. mahesa

    Mei 26, 2014 at 1:40 am

    Gan ane ga tau apa hukum ganja dalam perspektif islam tapi yang ane tau tuh ganja bukan narkoba. Ganja ga bikin orang mati ga kaya narkoba. Gan bisa jelasin ga kenapa agan bilang ganja itu narkoba? Terimakasih

     
  36. Heisenberg McClane (@rocks218)

    Oktober 12, 2014 at 7:14 am

    kalau anda berani, ubah pencarian di google anda dari ‘efek negatif ganja’ menjadi ‘efek positif ganja’. belum ada org yg meninggal gara2 ganja, dan malah ganja bisa menjadi obat kanker,tbc, adhd, dll. bila anda tdk punya kanker, ganja pun bs jd pencegah kanker karena membunuh sel2 jahat. bahaya ganja trhdp kesehatan sama sekali tdk bisa dibandingkan karena rokok 10000x lbh bahaya dan faktanya dimana2 di indonesia bnyk org ngerokok.

     
  37. Denong

    Februari 12, 2015 at 2:56 pm

    Smuah itu haram apabila memabukan.bukanya begitu sodara2 ?

     
  38. Bonjol_27

    Februari 12, 2015 at 3:06 pm

    Haram semuahnya. Tergantung dengan pajaknya.semakin besar pajaknya,semakin halal barangnya

     
  39. arie

    Maret 19, 2015 at 6:34 pm

    Klo menurut saya, yg mnjd haram bila menghisap ganja sampai muntah itu haram,apa sih yg bikin mabuk ganja,bagi saya tidak ada..haram bila muntah..setau saya bgtu,itu kan tanaman alami blm ada hukum nya haram apa tidak,hanya mgkn efek nya yg brbeda dr rokok, klo mmg dharam kan ,mndgan rokok sama ganja jgn ada d indonesia..hukum di indonesia itu sdh bobrok ancur..antara ilegal n tidak nya ,itu bagi saya hanya permainan negara saja,.maaf kalau sok tau,wasallam..

     
  40. Firman

    Mei 6, 2015 at 12:35 am

    kalau nnti ganja di halalin orang-orang pada ngisep ganja dimana aja dong gan, nnti orng ngisep ganja di bis, teler tuh semua penumpang, supir juga teler, masuk jurang klw gitu

     
  41. Firman

    Mei 6, 2015 at 12:39 am

    nanti klw ganja di halalin dan rokok diharamin, orang-orang pada ngisep ganja dimana aja dong gan? nnti ngisep di bis, penumpang jadi teler supir juga jadi teler masuk jurang donk..

     
  42. radan

    Mei 6, 2015 at 7:26 am

    Kalau misalkan kawan atau sahabat atau lingkungan kita perokok semua bagaimana menghindarinya, mohon jawabanya gan?, ini kenyataan gan tiap saya main atau istilahnya nongkrong, main disana perokok main disini perokok, membingngunkan ?

     
    • Muhammad Burhan

      Oktober 5, 2015 at 8:08 pm

      demo yuk suarakan anti rokok

       
      • Yos Panggabean

        Oktober 6, 2015 at 2:44 am

        Ganja bukan Narkoba Ganja sebagai obat sejak berabad-abad yg lalu adalah FAKTA

         
      • Yos Panggabean

        Oktober 6, 2015 at 2:54 am

        Ganja dilarang karena Indonesia dengan “buta” mengikuti konvensi PBB th 1961, yg memasukan ganja kedalam golongan drug, tanpa pernah membuat penelitian ilmiah ttg ganja. PBB yg didominasi negara besar, adalah semata karena negara2 kuat tsb ingin menguasai ganja yg punya banyak sekali manfaat, untuk medis(obat untuk epilepsi sampai kanker) dan tehnologi (serat ganja untuk kertas hingga sebagai lapisan baju austronout) membasmi ganja adalah ikut mendukung negara2 adikuasa me-monopoli ganja di dunia

        2015-10-06 9:44 GMT+07:00 Yos Panggabean :

        > Ganja bukan Narkoba > Ganja sebagai obat sejak berabad-abad yg lalu adalah FAKTA > > 2015-10-06 3:08 GMT+07:00 Suara Nurani Bicara Sebenarnya <

         
  43. radan

    Mei 6, 2015 at 7:27 am

    Kalau misalkan kawan atau sahabat atau lingkungan kita perokok semua dan penguna narkoba,bagaimana menghindarinya, mohon jawabanya gan?, ini kenyataan gan tiap saya main atau istilahnya nongkrong, main disana perokok dan pemake narkoba main disini perokok, membingngunkan ?

     
  44. Bambang supodo

    Mei 10, 2015 at 11:06 pm

    Agama itu dogma, mengharamkan dan menghalalkan bukan bermain logika, Al Qur an dan Al Hadist adalah tuntunan kita. Jelas dalam salah satu hadist mengatakan bahwa barang yang memabukan itu haram.Dalil syar’i yang mengharamkan ganja (Arab : al hasyisy) adalah hadits yang diriwayatkan Ummu Salamah RA bahwa Nabi SAW telah melarang setiap-tiap zat yang memabukkan (muskir) dan zat yang melemahkan (mufattir) (nahaa ‘an kulli muskir[in] wa mufattir[in]). (HR Abu Dawud no. 3689 & Ahmad no. 26676).

     
    • Zong

      November 23, 2015 at 4:51 pm

      Bertaubatlah kalian kpd ALLAH SWT, bagi para pemakai ganja.

       
  45. zee

    Juli 10, 2015 at 1:30 am

    legalkan ganja! saya setuju sama mas

     
  46. Knek

    Agustus 11, 2015 at 8:58 am

    Klo roko haram.. Gak salah dong klo mnurut gw makan gula jg haram karna banyak yg mati diabetes ato makan daging jg haram karna banyak yg mati karna kolesterol.. Dan banyak yg laen’ya lg.. Jaman sekarang tuh jaman subhat bro.. Ingat ingat

     
    • Muhammad Burhan

      Oktober 5, 2015 at 8:06 pm

      intinya jangan berlebihan sesuatu yang berlbihan itu tidak baik kan udh diterngkan di Alqura dan Alhadist

       
  47. Muhammad Burhan

    Oktober 5, 2015 at 8:04 pm

    setuju bgt rokok lebih bahaya dari narkoba ,dikampung w yang mati karna narkoba cuma 1 orang tapi yang mati karna rokok gk kehitung,lagian kalo narkoba cuma nyakitin pemakainya kalo rokok yang ngisapnya keracunan juga,kurir narkoba yang baru pertama kali mengedarkan narkoba dan belum membunuh orang 1 pun masa tega sih divonis hukuman mati,sedangkan pabrik rokok yang udh bunuh jutaan manusia setiap hari kok gk dihukum cuma dikasih himbauan doang merokok dpt membunuhmu oalah udh gitu produsen rokok sok jadi sponsor olahraga lagi lah racun sama olahrga gk nyambung toh,kalo mau adil narkoba dihukum mati kalo rokok dihukum mati juga

     
  48. sule

    Maret 2, 2016 at 12:47 am

    rokok haram itu pesanan dari negara luar, agar Perokok nanti beli dari luar negeri.
    yang haram itu “” MUI yg korup, pimpinan yg korup ” karena makan tulang saudara sendiri

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: