RSS

Hal Yang Positif dari Ryan, si Jagal Jombang

29 Agu

My Mom said, “Segala sesuatu yang terjadi di dunia pasti ada hikmahnya. Bahkan kejadian yang buruk dan mengerikan sekalipun. Sesuatu yang membuat manusia menjerit kepada Allah. Semua sudah dirancang dan ada hikmahnya. Gunung meletus menewaskan ratusan nyawa dan membuat ribuan orang tidak punya rumah, tetapi tanah menjadi subur dan sangat bernilai bagi industri pertanian di masa mendatang.”

************

Terus terang, saya lupa dengan nasehat Ibu. Maklum, bukan hanya itu saja kalimat yang diucapkan Ibu. Saya juga ‘masih lupa’ ketika saya menulis hipotesa saya tentang Ryan, si Jagal Jombang (https://suaranurani.wordpress.com/2008/07/24/hipotesa-latar-belakang-psikopat-ryan/). Bagi saya, Ryan adalah tragedi kemanusiaan, dimana seseorang yang mengidap psikopat ‘nggak ada untungnya’ miara dia. Masih pula saya pikir-pikir, mungkin gunanya si Ryan ini ya untuk bahan penelitian, biar masyarakat Indonesia lebih melek tentang bahaya psikopat yang prosentasenya 1:100 di masyarakat (menurut Dr. Hare).

Kejadian Salah Tangkap Polisi dalam kasus pembunuhan Asrori alias Aldo cukup menyentak hati saya. Teringat nasehat Ibu dulu dikala kecil. Jadi, bisa dikatakan bahwa Ryan-lah yang membuka kunci misteri cara kerja polisi. Ryanlah yang membunuh Asrori, bukan Imam Hambali, David, dan Maman.

Bila kasus Ryan tidak terungkap, bukan mustahil kinerja polisi Indonesia yang sering salah tangkap bakal terus berlanjut. Publik akan hanyut oleh berita di suratkabar dan di acara Tangkap, Buser, dan sejenisnya, dan berpikir bahwa ‘kalau sudah ditangkap polisi, artinya dia lah pelakunya.’ Masyarakat kini agaknya harus berpikir secara kritis, dengan membiasakan diri mengungkapkan hal secara skeptis: ‘bila seseorang digelandang polisi, BENARKAH dia pelakunya?’.

Di budaya Barat, sifat skeptis adalah simbol kritis. Sifat skeptis adalah ciri demokrasi yang sehat. Skeptis tidak dipandang sebagai sikap yang ‘kurangajar’, seperti halnya di Timur. Mempertanyakan kebijakan Ayah, atau dalam hal bernegara, Pemerintah, bersifat multifungsi, yaitu fungsi edukasi, fungsi cross-check, fungsi demokrasi, dan fungsi kontrol.

Jadi, selain perbuatan psikopatnya, Ryan juga telah menghenyakkan masyarakat Indonesia, bahwa polisi yang memiliki hak lebih istimewa dibandingkan rakyat sipil harus lebih dikontrol. Pemilihan polisi harus benar-benar selektif dan sanksi yang tegas bagi yang menyalahgunakan kepercayaan negara ini. Metode kerja polisi pun harus pula senantiasa tercatat, terukur dan terkontrol. Jangan asal petentang petenteng saja dengan sejumlah atribut, kostum, senjata, dan gelar ‘Penegak hukum’.

 
2 Komentar

Ditulis oleh pada Agustus 29, 2008 in Uncategorized

 

Tag: , , ,

2 responses to “Hal Yang Positif dari Ryan, si Jagal Jombang

  1. fandi

    September 10, 2008 at 4:38 am

    bener dechh,,klo smua tu ada hikmanya n semua uda di tuliskan di kitab lauful mahfudzz….ternya kaum ryan lebih berbahaya……

     
  2. phoe

    September 15, 2008 at 1:25 pm

    Kira Kira apa yah hikmah di balik penangkapan Amrozi CS,

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: