RSS

Antasari dalam Kasus Nazruddin dan Upaya Penggembosan KPK

03 Mei

Kasus kriminal yang bertendensi politik selalu terjadi dalam konteks ‘penggulingan posisi’ di berbagai negara. Di Indonesia sendiri kasus ini sudah terjadi beberapa kali. Kasus Munir misalnya. Selalu menarik mencermati kasus-kasus seperti ini di Indonesia, karena kasus ‘made in Indonesia’ selalu punya ciri khas: mau menciptakan skandal tetapi kurang sabar dalam persiapan.

Ketika kasus Nazruddin terjadi dan kini tengah menyeret nama Antasari Azhar, pada saat yang sama kini tengah muncul RUU Antikorupsi yang baru yang tengah digodok oleh DPR.

Tidak seperti RUU Antikorupsi sebelumnya, RUU baru ini justru melemahkan posisi KPK sebagai komisi yang paling ditakuti anggota DPR saat ini. RUU ini juga dituding memperbesar peluang seorang koruptor untuk bebas dari jerat hukum.

RUU Antikorupsi yang baru antara lain berisi tentang:

  1. Penyidikan dan proses penuntutan tidak lagi hanya wewenang KPK, melainkan polisi dan jaksa juga. Padahal, kedua lembaga inilah yang sejak jaman Orde Baru sudah diberi kewenangan untuk menangkap dan menjerat koruptor, tetapi toh hasilnya nol besar. Pemberian wewenang kembali kepada kepolisian dan kejaksaan dalam penyidikan kasus korupsi justru akan membuka peluang kedua lembaga ini untuk ‘kong kalikong’ dengan sang koruptor.
  2. RUU Antikorupsi yang baru sama sekali tidak menyebutkan secara spesifik hukuman untuk tindakan tertentu. Artinya, bisa saja seorang yang terbukti sah dan meyakinkan melakukan korupsi miliaran rupiah hanya dihukum penjara 3 bulan minus masa tahanan.

Tak ayal, RUU ini dituding dirancang oleh sekelompok elit pejabat negara yang tengah ketakutan untuk menghindarkan diri dari jeratan KPK. Lantas apa hubungannya dengan kasus Antasari – Nazruddin?

Ya, mudah ditebak. Mungkin pembunuhan Nazruddin bukanlah tentang kriminal biasa seperti yang tengah didengungkan media saat ini. Media massa kini tengah menggiring opini publik seolah-olah kasus Nazruddin adalah kasus pembunuhan biasa (asmara).

Antasari pernah berkata bahwa hubungannya dengan Nazruddin cukup dekat, dan bahkan Nazruddin adalah informan KPK yang berharga dan perlu dilindungi. Mungkinkah Antasari tengah dijebak?

Ditengah fakta bahwa Nazruddin adalah bukan sosok monogami (istrinya dua, dan dalam kasus yang menyebabkannya terbunuh ada lagi satu nama wanita lain yang juga berhubungan dengan Antasari) maka pembunuhan ini dapat dibiaskan menjadi persoalan cemburu dan personal. Padahal, eksekutor dan perencana pembunuhan ini bisa saja memanfaatkan momen ini untuk menembak Nazruddin agar Antasari seolah-olah menjadi dalang pembunuhan ini. Dengan demikian Antasari tidak akan fokus lagi dalam memimpin komisi yang paling ditakuti oleh koruptor ini, dan KPK akan kehilangan salah satu informannya yang berharga.

Seperti yang saya katakan dalam paragraf pertama artikel ini, skenario menjebak Antasari mungkin saja tidak tercium dengan sedemikian mudahnya, tetapi harusnya kita melihat fakta bahwa ada proses penyusunan RUU Antikorupsi yang tengah berjalan paralel dengan kasus ini. Kok bisa kebetulan begitu?

Memang, … otak penyusun skandal ini terkesan kurang sabar …

Mungkinkah KPK memang tengah digembosi?

 
7 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 3, 2009 in Politik, Uncategorized

 

7 responses to “Antasari dalam Kasus Nazruddin dan Upaya Penggembosan KPK

  1. De Santos

    Mei 3, 2009 at 6:15 am

    Saya secara pribadi senang akan kinerja KPK selama ini. Menurut saya itu sudah sangat bagus bagi sebuah komisi yg umurnya masih muda sekali. Tentu, para Setan Kota (saya meminjam sebutan PKI utk koruptor) tidak senang kepada KPK. Celakanya posisi Setan Kota masih kuat menancap di tanah air kita ini. Berapa banyak sih anggota DPR yg benar2 bersih? Sebenarnya merekalah yg membuat bangsa kita ini terpuruk dan susah untuk maju. Adanya KPK adalah salah satu bentuk kemajuan negeri ini, tapi sayang karena keserakahannya para Setan Kota mau menggembosi komisi yg satu ini. Oleh karena itu saya mendukung analisa Anda dalam hal ini.

    Hidup KPK!
    Mati Setan Kota!

     
  2. Ncadvertise

    Mei 5, 2009 at 4:57 pm

    Kasihan Antasari, tapi kasus ini kayaknya juga menutupi kekisruhan pemilu ya
    kujungi juga Newbie dari Komunitas Blogger Banyuwangi 57net.co.cc

     
  3. akhmad s.

    Mei 8, 2009 at 4:08 am

    Saya sangat berharap dengan segala kekurangan Antasari sebagai manusia, mudah-mudahan Antasari tidak bersalah dan selamat dalam kasus ini dan kelak dikembalikan haknya sebagai ketua KPK untuk terus menggempur para koruptor sekelas apapun tanpa kecuali seperti yang sudah dilakukannya selama ini.

     
  4. pejabat itu apanya preman

    Mei 8, 2009 at 12:22 pm

    ah negara ini memang gudangnya pejabat bobrok,kelihatan ada tokoh bersih sebentar saja sudah pasti akan dibinasakan,lihat tuh kasus munir,sampe sekarang jg belum terungkap biang keroknya,sekarang giliran antasari,lagian polisi2 jg ga jelas,katanya kemarin2 bukti blm cukup kuad bwt menegaskan antasari sebagai tersangka???tp kok antasari udah pake baju tahanan???lihat tu koruptor2…kalo ditangkep ga ada yg dipakein baju tahanan
    udah pemilu molor2 ga jelas,ni negara sebenernya mau dibawa ke arah mana sih???
    takut ama KPK wahai para anggota dewan??
    kalo cuma pada mau memperkaya diri mending jangan pada jadi DPR,cacad loe pada,ga malu jadi beban negara,ngapain juga bikin “RUU antikorupsi baru” yg cacad kaya gitu???

    bwt pejabat2 kotor: KURSI DI ANGGOTA DEWAN BUKAN UNTUK KALIAN,KEMBALILAH KE SEPTICTANK KARENA DISANALAH HABITAT KALIAN SEBENARNYA,YG SEMUA RAKYAT INDONESIA HARAPKAN ADALAH WAKIL2 YG BENAR2 MAMPU MENJADI WAKIL RAKYAT,BUKAN SAMPAH2 MASYARAKAT DAN BENALU NEGARA,KAMI INGIN YG TERBAIK UNTUK INDONESIA KAMI,ANJING LU PADA!!!

     
  5. doni

    Juni 24, 2009 at 9:38 am

    Pendapat anda gugur karena tanpa Antasari kpk masih tetap bisa dan bisa sekali berjalan melanjutkan misinya. ini sudah terbukti.
    Kasus pembunuhan ini lebih memberikan keuntungan kepada pemerintah yang ada sekarang.
    Dari dulu penguasa saat ini sangat mengerti kalau popularitas seseorang atau kelompok akan meroket bila berada di posisi ditekan atau dizolimi. Presiden saat ini pun terpilih di th 2004 karena di situasi yang sama dan diuntungkan di akhirnya. Sepertinya pola ini diharapkan dapat terulang lagi di pemilu 2009.
    Teori konspirasi penggembosan kpk sengaja dihembus2kan untuk menunjukan adanya perlawan terhadap penumpasan pemberantasan korupsi. Faktanya kpk berjalan bukan karena individu tetapi dengan sistem yang ada.
    Hal yang fundamental untuk diselesaikan segera adalah UU PENGADILAN TIPIKOR yang harus ada sebelum thn 2009 ini berakhir. Tidak ada pihak yang mau mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan ini dengan kata lain penggembosan yang NYATA ada di permasalahan UU bukan konspirasi pembunuhan.

     
    • suaranurani

      Agustus 15, 2009 at 3:29 am

      @doni: sepertinya ada paralelisme dalam kasus ini.

      Penggembosan kpk ada dalam konteks sempit dan luas. Sempitnya, toh sekarang terungkap bahwa ada kasus besar yang melibatkan sejumlah orang ‘besar’. Manuvernya makin rumit, kita lihat saja nanti.

      Penggembosan kpk dalam konteks besar bisa terkait dengan penggembosan kecil ini.

      Secara institusi KPK tidak berjalan individu, ya, tetapi secara psikologis kultur masyarakat Indonesia adalah patronisme (bahasa lain dari suka mengkultuskan pemimpin).

      Saya harap kedudukan KPK dapat lebih dilegitimasikan melalui UU Tipikor (atau jangan-jangan UU Tipikor dipakai untuk membatasi KPK ??) Saya akan sangat bersyukur bila KPK justru bertambah taringnya dalam mengunyah bajingan-bajingan berdasi itu …

       
  6. Duloh

    Maret 19, 2011 at 3:48 am

    Orang benar pasti benar orang salah pasti salah. Hanya Tuhanlah yg tau. Semuanya nanti akan terbukti mana yg salah dan mana yg benar.

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: