RSS

Perkiraan bagaimana Skenario Antasari Dijebak.

14 Mei

Setelah mengikuti perkembangan di media massa selama beberapa hari, saya mulai memikirkan kerangka skenario: “Bagaimana caranya seorang aktor intelektual menjebak Antasari”. Metode kriminal ‘intelijen’ biasanya melibatkan multi-agen, dimana agen yang satu dengan yang lain tidak saling mengenal, atau mengenal tetapi diarahkan dalam kerangka skenario tertentu.

Mungkinkah Nasrudin adalah ‘key agent’ yang memang dirancang expendable untuk memutus rantai konspirasi? Bila iya, maka biasanya key agent terlibat dalam skenario utama (menjebak Antasari) dengan atau tanpa disadari karena key agent memiliki motif individu terhadap target, dimana dalam misinya selaras dengan kehendak konspirator.

Bila memang iya, maka kira-kira inilah yang terjadi menurut salah satu versi saya.
1. Mr. X atau kelompok X – yang selanjutnya saya sebut sebagai X saja adalah otak utama skenario besar pembunuhan Nasrudin dan plot untuk menggulingkan Antasari. X ini bisa jadi adalah pelaku korupsi yang cukup besar di Indonesia. Bukan tidak mungkin bahwa X adalah kelompok koruptor berjamaah yang cukup punya jabatan atau nama besar yang harus dipertaruhkan agar tidak terekspos luas.

2. Posisi X – seharusnya berada cukup dekat dengan Nasrudin. X bisa saja gabungan dari beberapa pejabat BUMN yang dipimpin Nasrudin, atau mantan direktur BUMN tersebut, atau beberapa pejabat penting yang terlibat dalam sindikasi korupsi BUMN itu.

3. X – merasa takut korupsinya terbongkar oleh Antasari dengan Nasrudin yang dijadikan saksi.

Sampai disini saya memiliki dua macam versi.
a. X memanipulasi kedekatan Antasari – Nasrudin terutama dengan fokus Rani. Situasi yang dimainkan oleh X cukup memancing kesalahpahaman antara Antasari dan Nasrudin hingga Nasrudin gerah dan mengancam akan membeberkan skandal Antasari. Setelah itu, X memanfaatkan kesempatan ini untuk menciptakan rantai pembunuhan Nasrudin melalui agen-agen tertentu.

b. Nasrudin sebetulnya juga terlibat dalam skandal korupsi ini, hanya saja dia saat itu baru menjadi saksi. Ketika pembongkaran kasus mulai mendekatinya, X dan Nasrudin menjebak Antasari dengan menggunakan Rani untuk mendekati Antasari. Antasari merasa takut akan gangguan ini, maka dia minta perlindungan ke Kapolri. Nasrudin melakukan ini untuk menyelamatkan dirinya – tetapi malang, tanpa disadarinya kelompok X merancang pembunuhan atas dirinya untuk menggulingkan Antasari dan menutup jejaknya. Bisa jadi, Nasrudin adalah titik awal penyebab terciumnya korupsi di BUMN tersebut, itulah mengapa dia disingkirkan.

4. Ada orang yang berada di antara rantai Antasari (yang diduga sebagai otak) dan kelompok teknis eksekutor. Antara SHW dan WW bisa saja bertindak sebagai agen ‘deceptor‘ – atau pengalihan perhatian. Agen ini mengaku bahwa salah satu rantainya bersumber dari Antasari, dan biasanya adalah yang posisinya paling tidak membahayakan. Menurut kecenderungan saya, seharusnya polisi lebih aktif menilik hubungan antara Antasari dan SHW, karena dalam rantai ini SHW yang perannya paling jauh dari ‘instruksi membunuh’. SHW ‘hanya’ bertindak sebagai penyandang dana. Instruktor yang sebenarnya kepada WW bisa saja bukan dari SHW.

5. Agen deceptor biasanya dijanjikan ‘perlindungan’ oleh anggota kelompok X yang masih aktif berwenang, dalam artian dia dijanjikan untuk tidak dihukum seberat-beratnya. Ini mirip dengan kasus Munir, dimana Polycarpus bisa disebut sebagai kunci, tetapi ‘tidak terbukti’ dan kalaupun terbukti hukuman yang dijatuhkan relatif ‘ringan’.

Dari seluruh tulisan ini, secara pribadi saya lebih memilih skenario 3b sebagai salah satu varian yang paling masuk akal dalam kerangka berpikir bagaimana Antasari terjebak.

 
4 Komentar

Ditulis oleh pada Mei 14, 2009 in Uncategorized

 

4 responses to “Perkiraan bagaimana Skenario Antasari Dijebak.

  1. annisa

    Februari 11, 2010 at 5:02 pm

    serahkan aja sama yang diatas..semua ada timbal baliknya untuk yang menyakiti dan tersakiti…

    jika sudah tidak ada keadilan di dunia ini…Tuhan yang akan mengadili yang salah di akhirat sana…

    dan yang menjadi korban,semoga diberi kekuatan..dibalik ini semua pasti ada hikmahnya🙂

     
  2. Saiful R Dasuki

    Februari 11, 2010 at 5:22 pm

    Memang ada tiga kelemahan yang mengintai seorang pemimpin, pertana harta rasanya Antasari cukup kuat untuk menahan godaan uang, kedua tahta selama ini beliau sudah menunjukan bahwa jabatan yang disandangnya tidak menjadi sesuatu yang transaksional, hal yang ketiga adalah wanita,,,inilah yang menjadi tembakan yang mampu masuk dalam kehidupan Antasari,,,,

     
  3. ranita

    April 16, 2011 at 3:34 pm

    Memang lebih baik diserahkan kepada yang diatas(Tuhan..?),
    manusia punya kewajiban untuk berusaha, karena Tuhan telah kuasakan segala sesuatu nya kepada manusia sebagai wakil Nya di muka bumi untuk menegakan kebenaran. Nunggu diakhirat kelamaan,kebenaran yanmg ditugaskan kepada manusia takan pernah terungkap,dan membiarkan kezaliman tumbuh subur. Tugas manusia tetap berusaha dan bertawakal kepada Nya, sesuai tugas dari Nya.

     
  4. Darso

    April 20, 2011 at 1:38 pm

    Saya kira Njenengan suka film² spionase ala Amrik ya…., namun nggak ada salahnya ulasan anda tsb, hanya saja kesimpulan Njenengan tidak bisa mengerucut ke arah kelompok/person yang mana….

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: