RSS

Ubuntu 8.10: Intrepid Ibex – Fajar Baru Linuxers

Buat Linux mania, khususnya Ubuntu-ers, hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu sejak enam bulan yang lalu. Hampir dapat dipastikan, dari semua varian Ubuntu (Ubuntu, Kubuntu, Edubuntu, dan Xubuntu), Kubuntulah yang paling diminati para Ubuntu-ers.

Kubuntu edisi 8.10 kali ini dimuati dengan KDE 4 yang cantiknya luar biasa, bahkan dengan konsep yang baru. KDE 4 memang proyek fenomenal, tetapi bukanlah proyek baru. Beberapa Linux geeks pasti sudah pernah menjajal KDE 4 ini. Tetapi perkawinan antara KDE 4 dan Kubuntu kali ini menyuguhkan kemudahan instalasi KDE 4 di atas platform yang sudah terkenal stabil. Tentu, jadinya akan sangat menarik, terutama bagi Linux end-user dan bahkan newbie sekalipun untuk menghadirkan tampilan wah tanpa harus bersusah payah.

Bisa dipastikan, KDE 4 bakal memicu pesaing dekatnya, Gnome, untuk menghadirkan format dan fitur baru, yang pada akhirnya menjadikan Linux sebagai sistem operasi cantik yang gratis!

Sayangnya, KDE 4 masih diberi label “belum stabil”. Untuk yang masih mengutamakan kestabilan, dianjurkan untuk tetap menggunakan KDE 3. Tetapi jangan kuatir, bila anda adalah end-user, alias menggunakan komputer untuk mengetik, browsing internet, menulis email, chatting, dan pekerjaan rutin harian lainnya, Kubuntu 8.10 masih sangat menarik untuk dijajal.

(Hampir) Semua Pemilik Hardware Tidak Perlu Takut Mencoba

Ketika screenshot Windows Vista dirilis di internet, banyak orang terkagum-kagum akan tampilannya dan bersemangat untuk segera mencobanya di komputer mereka. Sayangnya, banyak di antara mereka yang harus mengubur dalam-dalam impiannya karena persyaratan hardware yang sangat tinggi, terutama memori, prosesor, dan kartu grafis. Tidak semua orang memiliki uang berlimpah untuk meng-upgrade komputer mereka hanya untuk menghadirkan tayangan cantik ala Vista. Orang-orang ini akhirnya malah harus merelakan waktu yang berharga terbuang percuma karena proses Vista yang berat dan menyita waktu.

Tidak seperti Vista, Ubuntu – seperti lazimnya Linux – tidak membutuhkan persyaratan hardware yang tinggi. Semua yang Anda miliki dari hari ini hingga lima tahun ke belakang hampir dipastikan dapat menghadirkan Kubuntu dengan kecantikan KDE 4 nya. Bahkan bila memori Anda hanya 512 MB atau kurang sekalipun! Laptop Anda yang Celeron dengan prosesor grafis murmer (murah meriah) ala Intel GMA pun bakal kelihatan mempesona dan dinamis bila Anda menghidupkan fitur Compiz Fusion yang lebih canggih dari Aero di Vista. Suatu hal yang sangat tidak mungkin dilakukan oleh hardware yang tidak mewah di sistem operasi Windows.

Fajar baru bagi Linux

Tampilan desktop boleh jadi memberikan daya tarik tersendiri bagi pemakai komputer. Semakin hari semakin banyak orang yang berpindah ke Linux entah karena mereka ingin menghemat uang (Linux = gratis, Windows = mahal), putus asa karena tidak ingin membeli hardware mahal, frustasi karena waktu akses Vista yang lelet, atau bahkan kecewa karena satu-satunya versi Windows yang nyaman digunakan dengan komputernya (XP) telah discontinued.

Dari pengamatan saya pribadi, alasan orang yang paling enggan berpindah ke Linux (padahal sudah tahu) untuk saat ini adalah pengguna profesional yang membutuhkan program khusus untuk bekerja. Sebut saja arsitek yang membutuhkan AutoCAD, desainer grafis dengan CorelDraw, 3DMax, dsb. Memang ada program yang setara dengan AutoCAD, CorelDraw, atau 3DMax di Linux, tetapi orang masih harus belajar lagi program yang baru padahal mereka sudah sangat terbiasa menggunakan fitur maupun shortcut di program-program lamanya. Tentu ini adalah hal yang kontra-produktif dan kurang ergonomis.

Alasan para produsen seperti Autodesk, Corel, dsb, untuk belum mem-porting softwarenya ke platform Linux adalah karena mereka masih ‘belum yakin’ bahwa pasar Linux sudah cukup untuk menghasilkan revenue bagi mereka.

Mudah-mudahan dengan adanya tampilan yang cantik yang mampu menarik sejumlah besar pengguna Linux yang baru – dan ditambah dengan perilaku para karyawan idiot narsistik idealis Microsoft yang bisanya membuat Windows yang makin berat saja kerjanya – para produsen software-software besar akan sadar akan potensi pasar Linux dan mulai memporting program mereka ke Linux. Ketika hari itu tiba, rasanya tak akan ada satupun orang yang rela mengeluarkan kocek $110 (ditambah harga upgrade komputernya) hanya untuk satu versi Windows yang berat dan rawan virus.

——
Soon, no one need Gates nor Windows to get into their Home!

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: